Catatan Harian Seorang Arsiparis

Oktober 29, 2008

Apa Lagi yang Mau Disumpah?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — arsiparis @ 12:58 am

Kemarin, bangsa kita telah memperingati hari sumpah pemudanya.ya.nasinalisme kita kembali digugah.peran pemuda semakin diangkat.tapi kalau saya memperingatinya di kampus, tepatnya di kelas, sepertinya tak layak pemuda-pemuda sekarang memperingati hari sakralnya itu.

Beberapa kawan sempat nyletuk, “kalo ini harinya kita, berarti gak perlu ada mid semester donk!”, ada juga “gak usah pusing mikirin negara tho!”

Ah benar2 membuat saya kesal dan saya sempat terpancing untuk menyanggah mereka dengan segerbong argumen yang biasa saya ajukan kepada kawan-kawan diskusi saya.sebegitu piciknya paradigma mereka.Terbersit dalam pikiran saya, mereka tak pantas menyandang predikat mahasiswa, tak pantas mengenakan almamater UGM.

Yah…sekali lagi aku disadarkan bahwa tujuan manusia kampus memang sangat beragam.tak bisa memaksakan mereka memasuki alam pemikiranku.setidaknya saya telah berusaha terus memperingatkan mereka bahwa segala sesuatunya pasti punya tujuan baik, kecuali yang memang sudah diniatkan untuk yang tidak baik.=)

Oktober 26, 2008

Sehat Itu Mahal

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — arsiparis @ 11:28 pm

Sering kita mendengar kalimat yang satu itu.tapi apa kita termasuk saya juga, sudah mencegahnya agar sehat itu tidak menjadi mahal?susah memang pada awalnya.apalagi untuk kawan-kawan mahasiswa yang hidup ditengah kepulan asap rokok, polusi kendaraan bermotornya, entah itu motor, vespa, mobil atau apapun yang berkaitan dengan gas monoksida, kopi kalo’ sampe’ begadang mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa dikerjakan tanpa harus begadang semalamamn suntuk. INgin rasanya menomentari teman-teman yang selalu setia dengan sepuntung rokok di tangannya.tapi mereka selalu menyatakan jika sejam saja tidak menghisapnya, akan terasa hambar.

padahal, mereka tengah membunuh diri mereka sendiri, pelan tapi pasti.bukan hanya sebagai pertanda kiamat, tapi juga karena kelalaian mereka sendiri, banyak kawan-kawan pria yang berkurang jumlahnya dimuka bumi.ya salah satunya karena ROKOK.tak sepenuhnya saya menyalahkan kaum adam, kaum hawa pun pada akhir zaman ini juga mengikuti jejak langkah mereka turut serta menyumbang angka kematian bayi akibat rokok, dan juga MIRAS.

Tidak ada alasan bahwa makanan sehat itu mahal, apalagi untuk kawan-kawan yang berindekos.tinggal segala sesuatunya di manajemen dg baik, niscaya segala sesuatunya menjadi terasa ringan.kurangi kegiatan-kegiatan yg tdk ada manfaatnya sama sekali, gunakan skala prioritas, boleh saja kita mengejar cita-cita dan impian kita, tapi ingatkan hati dan pikiran kita pada kesehatan pribadi kita.

Untuk saya dan kawan-kawan:SEHAT ITU TIDAK MAHAL.

Oktober 24, 2008

ke-”sok tahuan”-yg berimbas pada ketersesatan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — arsiparis @ 2:57 am

Hehehe…ini bukan masalah paham/ideologi atau paradigma apapun.mungkin bisa dikatakan keingintahuan yg melampaui batas dan juga “kuwalat” terhadap amanah ortu.kemarin malam, saya baru sempat mengeposkan pesanan bapak.padahal sudah jauh-jauh hari bapak berpesan supaya segera dikirim karena  sudah ditunggu.tapi saya tetep ngeyel.saya pikir wong jaraknya dekat dari kos saya dengan tempat pengiriman, saya tunda2 dg berbagai alasan yg mungkin bagi ortu saya sangat masuk akal.

Saya pergi ke tempat pengiriman itu dan ternyata saya malah dirujuk ke kantor pos pusat yg tempatya lumayan jauh juga.Daerah Keraton.bisa dibayangkan lah.pulang kuliah, buka puasa (saat ini saya sedang “nyaur”) hanya minum air putih dan sepotong kue, lantas saya berangkat ke kantor pos tujuan.singkatnya, setelah saya mengeposkan, saya akan mencari makan malam sekaligus untuk sahur malamnya.karena saya pernah melintasi daerah dalam Keraton Yogya, saya merasa hafal dengan jalan2nya.dari pada saya terjebak lampu merah yg sebenarnya hanya 1 menit, saya berbelok arah masuk ke alun2 keraton.saya berniat lewat alun2 utara kemudian keluar kembali ke daerah malioboro.setelah saya berputar2, saya merasa asing dengan daerah sekitar.karena gelap, ditambah mata saya yg memang sudah bertambah dua pasang lagi, akhirnya saya kebingungan.saya lurus terus saja tanpa berusaha bertanya jalan keluar menuju malioboro kepada masyarakat setempat.saya terus berbelok ke kanan, lurus, kanan, lurus dst hingga akhirnya saya tersesat hingga daerah imogiri!saya ketakutan setengah mati.saya berusaha mencari papan petunjuk yg biasanya ada disepanjang jalan kampung.saya sempat mengabarkan posisi saya pada sahabat saya.sepertinya dia punsempat khawatir saya tidak bisa pulang.setelah 2x melewati jalan yg sama, akhirnya saya dapat keluar dari ketersesatan saya selama 2 jam.alhamdulillah…

nah, kawan, klo kita hanya merasa tahu akan sesuatu hal jangan sampai kita mendekatinya.

Oktober 23, 2008

kesehatan vs moral

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — arsiparis @ 1:27 am

berita pagi ini benar2 membuat saya jengkel deng ptgs paramedis dkk.tega benar.ya.kalimat itu terlintas dlm benak saya.di salah satu kota provinsi yg terkenal dg danau tobanya itu, seorang pasien miskin ditelantarkan begitu saja di rumah salah satu warga.phk rumh skt memberikn tanggapn bahwa si pasien sudah stabil dan rumah dimana ia ditinggalkan adlh familinya sndri yg tidak berkenan menerima si pasien kembali.

Jika melihat situasi ini, tdk shrsnya si pasien ditnggalkan begitu saja mengingat ternyata kondisinya masih lemah&si keluarga tdk menerimanya kmbl.akn lbh baik jk di carikan relawan yg bersedia merawat si pasien dan memberikan pengertian kepd phk klrg ttg kondisi si pasien sebenrnya.

mslh kshtn tentu sgt berkaitan erat dg moral, bukan?=)

Oktober 22, 2008

Sebuah Misi yang Pada Akhirnya Hanya “Ikut2an”

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — arsiparis @ 12:29 am

saya masih ingat ketika saya ingin mencoba sesuatu yg lain dari kampus saya.mungkin saya sangat terpesona dg kata2 sahabat saya, yg ya…bisa tergolong aktivis.dia menilai bahwa mahasiswa jgn hanya kuliah perpus saja, cari kegiatan lain di sekitar kampus sesuai dg minat saya.dia pun menceritakan panjang lebar mengenai kegiatan2nya sedari masuk pertama perkuliahan.seorang aktivis eksekutif dan keagamaan.yah lebih tepatnya politik dan agama.dia tekuni betul kedua hal itu meskipun dia bukan mahasiswa isipol.dia hanya berkata ingin mencari pengalaman lain dan teman2 baru,saudara2 baru.dan semua aktivitasnya tak mengganggu akademiknya.terbukti dia paling unggul di antara teman2nya.yah.saat itu saya ingin sekali seperti dia.aktivis dan akademisi.pikir saya, keren betul!

akhirnya saya putuskan untuk mencoba lingkungan baru.bergabung dengan jajaran eksekutif mahasiswa.pd awalnya saya kaget,shock dengan beragam aktivitas di sana.tapi akhirnya saya mampu beradaptasi.bahkan pada pertengahan masa jabatan saya, saya mencoba mengampu dua departemen (istilah bagian dalam eksekutif).beberapa bulan kemudian, saya merasakan kejenuhan yg terasa sangat.misi saya mulai goyang.saya mulai mempertanyakan keberadaan saya di sana.apakah benar2 murni atw hanya ikut2an?apalagi aktivitas akademik semakin memanas, persaingan semakin jelas.sempat saya ingin berputar haluan ke lembaga lain, tapi saya pikir, ada yg lbh saya butuhkan.pun kalo’ saya masuk ke lembaga tujuan kedua saya, saya pastikan hanya menuruti ego agr lebih terlihat “berkuasa”.

saya kemudian menyadari bahwa semua yg saya lakukan hanya “ikut2an”.tak ada tujuan jelas dan misi yg saya emban tak pernah terealisir.

melihat sikon saya seperti ini, ada hal yg saya ingat betul, yg sempat dipesankan oleh sahabat saya.”pilih satu, fokus, totalitas.jangan meminta lebih jika tak sanggup membawanya karena itu hanya akan membuat diri lebih rendah”.terima kasih sahabat.kau tlah mengingatkan saya.

JANGAN MEMAKSAKAN DIRI MENERIMA SESUATU JIKA KITA BELUM MAMPU MENJAGANYA.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.