Catatan Harian Seorang Arsiparis

Desember 31, 2008

Kinerja untuk Rakyat

Diarsipkan di bawah: tajuk rencana — arsiparis @ 3:36 am

Berakhirnya perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12), mencatat penurunan indeks sepanjang 2008 sekitar 50 persen dari posisi tahun 2007.
Kapitalisasi pasar, nilai semua saham yang tercatat di bursa, juga terpangkas hampir sebesar itu. Aset publik berupa saham yang ada dan diperdagangkan di bursa saham melorot. Demikian juga kinerja kurs rupiah
terhadap dollar Amerika Serikat terdepresiasi sekitar 13 persen dalam setahun.
Dua indikator itu hanyalah sebagian dari berbagai alat ukur kinerja ekonomi, khususnya di sektor keuangan. Keterpurukan indikator sektor keuangan memang bukan hanya dialami Indonesia. Indeks harga saham di bursa
Rusia, misalnya, bahkan terpangkas 70 persen. Amerika Serikat yang selama ini menjadi “kiblat” pasar keuangan dan perekonomian dunia malah menderita sakit paling parah. pasar keuangannya bahkan diwarnai tipu muslihat
bernilai puluhan miliar dollar AS.
Belum lagi pelemahan yang terjadi pada berbagai indikator kinerja sektor riil. Penurunan produksi juga sudah terjadi pada perusahaan-perusahaan di Indonesia, menyebabkan berkurangnya kesempatan kerja dan
penambahan jumlah penganggur. Pada sisi lain lagi, kesulitan hidup masyarakat yang mesti antre gas, minyak tanah, dengan harga yangmelonjak berlipat-lipat, juga merupakan catatan tersendiri.
Secara pasti satu per satu alat ukur kinerja ekonomi membenarkan, dan seharusnya menyadarkan semua pihak, bahwa kita memang memasuki masa sulit. Lebih jauh, kita menyongsong tahun 2009 dengan ketidakpastian,
kapan krisis perekonomian global yang menyeret pula Indonesia ini menyentuh dasarnya untuk bangkit dan lebih bergairah kembali.
Karena itulah, pemerintah sejumlah negara yang mengalami masa-masa sulit itu berupaya bekerja keras dan habis-habisan untuk menyelematkan perekonomiannya agar tidak menambah jumlah orang miskin.
Hal itu tentu berlaku pula bagi Pemerintah Indonesia. Kerja keras, habis-habisan, fokus pada langkah konkret untuk memulihkan kinerja ekonomi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama bagi
mereka yang semakin terpuruk kehidupannya akibat krisis, harus ditempatkan pada prioritas paling atas.
Kita sekali lagi menekankan hali ini karena pada tahun ketidakpastian 2009 itu juga bertepatan dengan penyelenggaraan agenda politik nasional, yakni pemilihan umum. Kita mengingatkan pula bahwa agenda politik praktik boleh
lima tahunan, tetapi agenda ekonomi haruslah tetap dalam horizon jangka panjang. Tak kalah penting, agenda itu demi kepentingan seluruh rakyat, bukan golongan saja, apalagi pribadi-pribadi. Jangan sampai pemerintahan
SBY-JK yang kabinetnya beranggotakan sejumlah pemimpin partai tidak lagi fokus pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Kita masuki tahun 2009 dengan harapan, kerja nan cerdik, untuk sebuah kinerja bagi rakyat.

Sumber:Kompas, 31 Desember 2008

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.